
MALANG, 30 OKTOBER 2026 – Dalam upaya meningkatkan pemahaman finansial serta mendorong inklusi keuangan di kalangan mahasiswa, Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (FEB UNIKAMA) menggelar Seminar Literasi Pasar Modal. Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Inklusi Keuangan di Pasar Modal dan Cerdas Berinvestasi bagi Generasi Muda” ini berlangsung secara luring di Ruang G7 & G8, Gedung FEB UNIKAMA.
Seminar ini diikuti secara antusias oleh ratusan mahasiswa FEB UNIKAMA, khususnya angkatan 2025 dan 2026 yang diwajibkan hadir mengenakan busana batik. Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi strategis antara GI BEI FEB UNIKAMA, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, dan PT Phintraco Sekuritas Cabang Surabaya.
Pembukaan dan Sambutan
Rangkaian acara dimulai pada pukul 12.30 WIB diawali dengan registrasi peserta. Acara resmi dibuka pada pukul 13.00 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Dalam sambutannya, Direktur GI BEI FEB UNIKAMA, Dr. Supami Wahyu Setyowati, S.E., M.M., M.SA., menekankan pentingnya mahasiswa membangun fondasi keuangan yang kuat sejak dini. Sambutan sekaligus pembukaan acara secara resmi disampaikan oleh Dekan FEB UNIKAMA, Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M., yang mengapresiasi sinergi antarlembaga ini dalam memfasilitasi mahasiswa agar tidak hanya mahir secara akademis, tetapi juga literat secara finansial.
Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi penyerahan sertifikat penghargaan kepada para narasumber dan foto bersama. Sesi utama diskusi dimoderatori oleh Dimas Emha Amir Fikri Anas, S.E., M.SA., dosen Program Studi Akuntansi FEB UNIKAMA.

Sesi 1: Strategi Inklusi Keuangan di Pasar Modal
Narasumber pertama, Cita Mellisa, S.E., M.M. (Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia), memaparkan materi bertajuk “Strategi Inklusi Keuangan di Pasar Modal”. Beliau menyampaikan data bahwa per Agustus 2026, dominasi generasi muda di pasar modal Indonesia sangat signifikan, di mana 55,25% investor saham berusia di bawah 30 tahun.
Cita Mellisa menepis empat mitos/hambatan utama yang sering menghampiri investor pemula:
- Anggapan Tidak Halal: BEI memiliki ekosistem pasar modal syariah yang kuat, didukung oleh 24 Fatwa DSN-MUI serta pengakuan internasional sebagai Best Islamic Capital Market empat tahun berturut-turut (2019–2022).
- Hanya untuk Orang Kaya: Berbeda dengan masa lalu yang membutuhkan modal puluhan juta, kini berinvestasi di pasar modal dapat dimulai dengan modal kecil (Rp50.000–Rp100.000) melalui platform online trading.
- Risiko Tinggi: Risiko fluktuasi pasar selalu ada, namun tidak memiliki investasi sama sekali jauh lebih berisiko terhadap inflasi. Risiko dapat dikelola melalui analisis dan pilihan profil investasi yang tepat.
- Anggapan Terlalu Sulit: Kunci sukses investasi adalah memahami bisnis perusahaan (produk, laporan keuangan, dan daya tahan bisnis jangka panjang), bukan sekadar menebak harga pasar.
Beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk menjadi Investor Cerdas dengan menghindari jebakan FOMO (Fear of Missing Out), tidak menelan rekomendasi mentah-mentah, serta menghindari investasi menggunakan dana hasil utang.

Sesi 2: Cerdas Berinvestasi bagi Generasi Muda
Sesi kedua dilanjutkan oleh Fajar Imanuddin, AASI® (Plt. Branch Manager PT Phintraco Sekuritas Cabang Surabaya) dengan topik “Cerdas Berinvestasi bagi Generasi Muda”. Beliau menggarisbawahi pentingnya meluruskan pola pikir (mindset) dasar sebelum memulai.
Beberapa poin penting yang dipaparkan Fajar Imanuddin antara lain:
- Investasi vs Trading: Investasi berfokus pada jangka panjang, fundamental bisnis, dan pertumbuhan kekayaan (compounding), sedangkan trading berfokus pada pergerakan harga jangka pendek.
- Roadmap Mahasiswa (Ceban → Investor): Mahasiswa diimbau memulai kebiasaan menyisihkan uang dari nominal kecil (Rp10.000–Rp50.000/hari), dilanjutkan dengan mempelajari fundamental dan manajemen risiko, hingga kelak meningkatkan income rate dan investment rate saat memasuki dunia kerja.
- 5 Pertanyaan Sebelum Membeli Aset: Sebelum membeli instrumen pasar modal, calon investor harus memahami aset yang dibeli, sumber return, risiko yang ada, jangka waktu kepemilikan, dan alasan momentum pembelian.
- Kemudahan Akses Aplikasi: Melalui kemajuan teknologi seperti aplikasi PROFITS Anywhere dari Phintraco Sekuritas, pendaftaran akun saham kini dapat dilakukan secara daring dan praktis langsung dari ponsel.
Diskusi Interaktif dan Penutup
Pada sesi tanya jawab, mahasiswa FEB UNIKAMA tampak sangat antusias mengajukan pertanyaan seputar pemilihan saham yang tepat untuk dana pelajar, analisis teknikal vs fundamental, hingga tips menghindari investasi bodong.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 15.30 WIB oleh MC. Melalui seminar ini, peserta tidak hanya mendapatkan e-sertifikat dan materi edukatif, tetapi juga pengalaman dan jejaring baru untuk memulai langkah nyata dalam berinvestasi demi masa depan finansial yang aman dan mandiri.
