
MALANG, 16 Oktober 2026 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) sukses menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat fakultas. Pada pertemuan minggu kedua yang berlangsung pada Jumat (16/10/2026) ini, FEB mengusung agenda spesial bertajuk Giat OMBAK yang bertempat di Ruang G7 dan G8.
Seluruh mahasiswa baru FEB angkatan 2026 tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif dan edukatif melalui Games Brainstorming bertema “Clash of Wisdom”.
Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Interaktif
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan persiapan panitia, dilanjutkan dengan absensi peserta oleh Firna pada pukul 08.00 WIB. Acara secara resmi dibuka pada pukul 08.15 WIB oleh MC Chintiya, dilanjutkan dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh Bapak Naim, S.Pd., M.Pd.
Untuk mencairkan suasana dan membakar semangat mahasiswa baru, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking yang dipandu oleh Deka. Memasuki inti acara pada pukul 08.35 WIB, Erina dan Firna memaparkan tata cara permainan, pengumuman pembagian kelompok, serta pembagian studi kasus kearifan lokal kepada seluruh peserta.

Mengangkat Isu Kearifan Lokal Lewat “Clash of Wisdom”
Dalam giat Clash of Wisdom, setiap kelompok mahasiswa baru ditantang untuk mendiskusikan studi kasus nyata seputar isu kearifan lokal. Beberapa tantangan yang diberikan meliputi:
- Budaya & Kesenian Tradisional: Menemukan ide inovatif agar kesenian, kerajinan lokal (seperti batik, ukiran, tenun), bahasa daerah, hingga permainan tradisional (seperti congklak, egrang) kembali diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai aslinya.
- Kuliner Tradisional: Menciptakan konsep pemasar dan inovasi agar makanan tradisional menjadi lebih praktis dan kekinian bagi kalangan mahasiswa.
- Lingkungan & Arsitektur: Mengadaptasi aturan tradisional masyarakat adat serta konsep rumah adat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan ruang mahasiswa di kampus.
- Nilai Tradisi & Sosial: Menghidupkan kembali semangat gotong royong dengan memanfaatkan teknologi digital, serta mengenalkan makna tradisi/upacara adat daerah agar mahasiswa terlibat aktif.
Setelah sesi diskusi kelompok selama 45 menit (08.40–09.25 WIB), tiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan solusi kreatif mereka di hadapan para juri dan peserta lainnya. Penampilan antar-kelompok diselingi dengan sesi ice breaking kedua pada pukul 09.50 WIB sebelum dilanjutkan dengan sesi presentasi kelompok berikutnya.
Penjurian dan Apresiasi
Setiap karya dan gagasan presentasi dinilai secara ketat oleh Bapak Naim, S.Pd., M.Pd. pada pukul 10.15 WIB. Berdasarkan ketentuannya, aspek penilaian meliputi lima kriteria utama dengan bobot masing-masing 20 poin:
- Kreativitas Ide (20)
- Kesesuaian dengan Kasus Kearifan Lokal (20)
- Solusi Terhadap Masalah (20)
- Cara Penyampaian/Presentasi (20)
- Kerjasama Kelompok (20)
Kemeriahan puncak acara terjadi pada pukul 11.10 WIB saat MC Chintiya mengumumkan kelompok pemenang dan membagikan hadiah atas gagasan paling solutif dan kreatif. Seluruh rangkaian giat OMBAK pun ditutup dengan resmi pada pukul 11.30 WIB.
Melalui giat OMBAK ini, FEB Unikama tidak hanya berhasil mengenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru angkatan 2026, tetapi juga berhasil menanamkan pemikiran kritis, kerja sama tim, dan kepedulian terhadap kelestarian kearifan lokal Indonesia sejak dini.
